Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast
Surabaya, korek.id
Kepolisian masih mendalami penyebab ledakan yang terjadi di kawasan Cluster San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.
Untuk mengungkap sumber dan penyebab ledakan, Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Laboratorium Forensik atau Labfor bersama Tim Inafis dan penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya. Petugas masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, proses penyelidikan masih berjalan. Memang dugaan sementara ledakan berkaitan dengan kebocoran gas LPG di salah satu bangunan.
“Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan analisis tim Labfor.”kata Kombes Julest
Sebelum ledakan terjadi, terdapat aktivitas memasak di salah satu bangunan di lokasi kejadian. Polisi masih mendalami apakah aktivitas tersebut memiliki kaitan dengan ledakan yang kemudian terjadi.
Abast menegaskan, penyidik tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh hasil olah TKP dan pemeriksaan forensik selesai.
Selain mengidentifikasi sumber ledakan, petugas juga masih mendata dampak yang ditimbulkan. Ledakan tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi juga dilaporkan terdampak. Beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk kaca yang pecah akibat kuatnya ledakan.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman Tim Labfor untuk memastikan sumber serta penyebab pasti ledakan tersebut.
Sebelumnya ledakan terjadi sekitar pukul 07.11 WIB, Selasa, 6 Oktober 2026, di kawasan Cluster San Antonio, Pakuwon City, Surabaya. Dugaan ledakan berkaitan dengan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram yang berada di Kedai Nasi Tempong Sri Dewi San Antonio. (AntokZuhud)

