Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur ungkap kasus narkoba 3 bulan terakhir (foto: AntokZuhud)
Surabaya, korek.id
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur mengungkap ribuan kasus narkotika sepanjang tiga bulan terakhir. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan ribuan tersangka serta sejumlah besar barang bukti narkotika.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Muhammad Kurniawan, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan dalam periode tiga bulan terakhir tercatat sebanyak 1.869 kasus dengan 2.381 tersangka.
Dari ribuan kasus tersebut, polisi menyita 86,5 kilogram sabu, satu kilogram ganja, serta berbagai jenis narkotika lainnya.
“Khusus pengungkapan enam kasus menonjol, ada 10 tersangka yang kami amankan,” kata Muhammad Kurniawan dalam konferensi pers di Mapolda Jatim.
Dalam enam kasus menonjol itu, polisi mengamankan sekitar 64 kilogram sabu, 10.694 butir ekstasi, serta ribuan pil narkotika lainnya.
Salah satu pengungkapan dengan barang bukti besar terjadi di sebuah hotel di Surabaya. Polisi menemukan sekitar 43 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam sebuah mobil.
Selain itu, polisi juga mengungkap peredaran ganja dengan barang bukti 148 batang tanaman ganja. Lokasi penanaman disebut berada di wilayah Malang dan masih dalam pendalaman penyidik.
Tak hanya narkotika konvensional, Ditresnarkoba Polda Jatim juga menemukan adanya tren narkotika baru berbentuk cairan yang disebut etomid. Zat tersebut disebut masuk dalam narkotika golongan II.
Kurniawan meminta masyarakat dan media ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan indikasi peredaran narkotika jenis baru tersebut.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan media dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di Jawa Timur.
“Kami juga minta bantuan rekan-rekan media. Kalau mendapatkan informasi, sampaikan kepada kami sehingga bisa menjadi masukan untuk melakukan pengungkapan,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tugas kepolisian. Masyarakat, media, TNI, dan seluruh unsur lainnya dinilai memiliki peran dalam menjaga Jawa Timur dari peredaran narkotika.
“Semangat Jogo Jawa Timur ini harus kita gaungkan. Seluruh masyarakat, termasuk polisi dan tentara, adalah bagian dari orang-orang yang menjaga Jawa Timur,” katanya. (AntokZuhud)

