Keindahan patai Semilir, Tuban dan ecosistim pesisirnya terancam akibat abrasi laut
TUBAN, KOREK.ID – Pembangunan pengaman pantai berupa tanggul laut sepanjang ±1,10 km atau seluas ±4,5 hektar di Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, memicu dampak lingkungan serius bagi wilayah tetangganya. Proyek benteng buatan tersebut disinyalir mengubah arah arus gelombang laut sehingga memperparah laju abrasi di pesisir Desa Socorejo.
Abrasi yang kian masif ini tidak hanya mengikis vegetasi pantai dan ekosistem mangrove, tetapi juga mengancam keberadaan kawasan objek wisata populer, Pantai Semilir, yang berada di wilayah Socorejo.
Kerusakan benteng alami pantai ini berdampak langsung pada rantai perekonomian masyarakat pesisir Socorejo, yang tercatat memiliki sekitar 360 perahu nelayan dan 600 nelayan tradisional.
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tuban, Kang Mus, menegaskan bahwa perubahan struktur pantai akibat tanggul laut di Desa Temaji merusak nursery ground atau tempat berkembang biak alami ikan, udang, dan kepiting.
“Pembangunan tanggul di Temaji mengubah pola arus gelombang, akibatnya Pantai Socorejo tergerus abrasi parah. Vegetasi pesisir dan mangrove rusak, tempat ikan berkembang biak hilang. Bahkan objek wisata Pantai Semilir juga terancam tergerus,” tegas Kang Mus saat memberikan keterangan, Sabtu (1/8/2026).
Kang Mus menjelaskan bahwa dampak kerugian dari proyek ini merembet luas ke seluruh mata rantai ekonomi pesisir, tidak hanya pada nelayan tradisional yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk BBM karena harus melaut lebih jauh.
“Yang dirugikan bukan cuma 600 nelayan. Pedagang ikan kehilangan pasokan dagangan, dan istri-istri nelayan yang membuat usaha olahan hasil laut seperti ikan asin atau kerupuk ikan ikut gulung tikar. Ditambah lagi, jika Pantai Wisata Semilir ikut rusak diterjang abrasi, pelaku usaha wisata lokal juga akan kehilangan mata pencaharian,” tambah Kang Mus.
Selain ancaman keterpurukan ekonomi dan pariwisata lokal, ketiadaan vegetasi pelindung membuat 360 perahu nelayan yang ditambatkan di tepi pantai makin rentan rusak dihantam ombak besar, serta meningkatkan risiko banjir rob ke pemukiman warga.
Atas kondisi tersebut, KNTI Tuban mendesak pihak terkait dan pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi dampak lingkungan secara menyeluruh atas proyek pengaman pantai di Desa Temaji.
KNTI meminta tindakan cepat rehabilitasi pesisir Socorejo dan penanganan abrasi di Pantai Semilir guna mencegah kerusakan lingkungan serta kerugian ekonomi warga yang semakin meluas.

