Kader TPK Diharapkan Menjadi Katalisator Penurunan Stunting

Diterbitkan :

BANGKALAN, KOREK.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur menggelar acara bertajuk “Pelaksanaan Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan dan Penguatan Penyiapan Pengasuhan 1000 HPK Dalam Pencegahan Stunting. Di gedung PKP-RI Bangkalan, Selasa (19/09/23).

Salah satu kunci utama dalam penanganan masalah stunting yaitu pola pengasuhan sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Untuk itu masyarakat atau keluarga perlu mendapat pengetahuan tentang pengasuhan yang ideal mulai sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Para peserta yang terdiri dari ibu hamil, yang menjadi sasaran utama kegiatan ini, bahwa 1000 HPK adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin pada masa kehamilan (270 hari ) sampai dengan anak berusia 2 tahun ( 736 hari ).

Pada periode inilah organ-organ penting dan sistem tubuh mulai terbentuk dengan pesat mulai dari kesehatan saluran cerna, perkembangan organ metabolik, perkembangan kognitif pertumbuhan fisik dan kematangan sistem imun.

Dalam wawancaranya dengan awak media Plt Bupati Bangkalan Drs Mohni MM mengatakan pada awal kepemimpinan Ra Latif dan Mohni di tahun 2018. Kami di tantang oleh Gubenur untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Bangkalan.

“Pada awalnya kami dilantik 2018 angka stunting agak besar, Ini yang di minta provinsi untuk di turunkan, Pesan khusus kepada Ra Latif dan saya agar angka stunting di turunkan,” ungkapnya.

Mohni juga menambahkan bahwa dalam kegiatan ini Kab Bangkalan memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak karena telah menurunkan angka stunting.

“Penghargaan Kota layak anak yang di berikan karena kab Bangkalan menduduki peringkat madya, mudah-mudahan nantinya bisa meningkat ketingkat utama. Tujuan terpilih menjadi kota layak anak juga agar hak – hak anak di kab Bangkalan juga bisa kita berikan dan berupaya untuk meningkatkan Drajat anak. Penghargaan ini di dapat karena telah serius menurunkan angka stunting yang dilakukan dinas terkait. Semoga kedepan Bangkalan perlahan bisa menurunkan angka stuntingnya,” Tuturnya.

Sementara itu kepala DKBP3A Bangkalan Sudiyo menambahkan “Hari kita mengundang ibu hamil 70% dan 30% kita mengundang Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari semua kecamatan. Angka stunting bertahun tahun menurun di kab Bangkalan. Tahun 2021 angka stunting 38,9%, terkoreksi di tahun 2022 menjadi 26,2% turun 12,7%,” imbuhnya.

Dari Bapak Wabub sampai dengan tim PKK bersatu membentuk TPPS untuk mempercepat penurunan angka stunting di Bangkalan, inilah upaya yang telah dilakukan DKBP3A Bangkalan.

“Di sisi lain kebetulan semenjak tahun 2021 adanya TPPS yang sebagai ketua pak Wabub dan di tingkat kecamatan ada TPPS yang di ketua bapak Camat, sampai di tingkat desa ibu ketua tim PKK juga menjadi TPPS. Inilah salah satu yang mendorong penurunan percepatan itu,” ujar mantan kepala Dinkes Bangkalan.

Kepala DKBP3A Bangkalan menjelaskan “Di seluruh kab Bangkalan kita mempunyai 2400 kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) tersebar di seluruh wilayah 281 desa kelurahan yang ada inilah salah satu tim terbaik kita yang selalu mengawal bukan hanya kepada yang sudah stunting, yang belum berisiko stunting juga kita dampingi.”

“Program kita mulai tahun lalu, itu adalah menguatkan, bagaimana bayi yang lahir jangan sampai lahir dalam kondisi stunting. Tajuk hari ini adalah program 1000 hari pertama kehidupan ini yang kita galakkan, sekarang ini fokus pada ibu hamil jangan sampai ibu hamil itu tidak sehat,” pungkasnya.

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer