Universitas NU Sidoarjo Bantu UKM Pengrajin Sandal Spon Pasuruan dalam Menghadapi Covid – 19

Pelatihan Digital Marketing
Tim Pengmas UNUSIDA beserta UKM dalam Pelatihan Digital Marketing

PASURUAN, KOREK.ID – Tim Pengabdian Masyarakat (pengmas) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) membantu UKM melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), dimana kegiatan tersebut dalam rangka membantu UKM dalam menghadapi Masa Pandemi Covid-19 melalui hibah pengmas Kemdikbud Ristek Dikti Tahun 2021.

Pengabdian masyarakat ini digagas dan dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Teknik Unusida yang diketuai Zahrotul Azizah, M.T dari Prodi Teknik Kimia, Anggota tim Listin Fitrianah, M.Si dari Prodi Teknik Lingkungan, dan Agus Rachmad Purnama, M.MT dari Teknik Industri. Dengan komposisi tim yang multidisiplin tersebut, mereka berhasil mendapatkan Hibah Pengabdian Masyarakat dengan Skema PKM dari Kemendikbud Dirjen Pendidikan Tinggi tahun pelaksanaan 2021.

Bacaan Lainnya

Zahrotul Azizah selaku ketua tim pengmas mengatakan bahwa program pengabdian masyarakat PKM ini sasarannya adalah kelompok UKM Pengrajin Sandal Limbah Spon Dusun Karangbangkal Desa Karangrejo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan bisanya disebut “Kampung Sandal”. Hal ini dikarenakan pada masa pandemi covid-19 sangat berdampak pada pelaku usaha, dimana terjadi produksi sandal menurun drastis seiring dengan tidak ada permintaan pasar maupun event yang biasanya mereka ikuti.

“Pelaku UKM yang ada di wilayah tersebut sangat terdampak dengan adanya Covid-19 ini, sehingga tim pengmas Unusida ini berupaya untuk membantu agar UKM ini bisa bangkit kembali dan produksi sandalnya juga meningkat,” Ujar Dosen Prodi Teknik Kimia tersebut.

Anggota tim pengmas, Listin Fitirianah menambahkan bahwa salah satu tujuan pengmas PKM ini untuk meningkatkan kualitas produk dan manajemen pemasaran, sehingga tim juga melakukan pelatihan selanjutnya yaitu pelatihhan digital marketing dan pengoperasian website e-commerce pada hari Kamis, 12 Agustus 2021.

“Kegiatan ini merupakan pelatihan pengisisan konten dan pengoperasian cara jual beli online dengan tampilan seperti market place seperti yang sudah banyak dikenal masyarakat. Disamping itu, dalam acara tersebut sekaligus dilakukan acara penyerahan website e-commerce (sandal-aldiva.com) kepada mitra,” tutupnya. 

Pada pelatihan ini, tim mengundang pemateri yang sudah berpengalaman dalam pembuatan website UKM yang berbasis e-commerce. Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan penjelasan langkah-langkah cara upload produk sandal, penentuan tampilan harga, cara membuat diskon untuk customer, dan transaksi keuangan dan pemesanan. Tim mendatangkan IT mendatangkan pemateri yang ahli di bidang tersebut. 

Syamsul Huda, S.Kom selaku pemateri menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pelaku UKM, karena saat ini masyarakat sudah banyak beralih kapada transaksi jual beli beli online, sehingga dengan perubahan tersebut tentunya dibutuhkan pelatihan yang berbasis digital.    

“Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan pelaku UKM untuk pemasaran online, pada masa pandemi ini sebagian masyarakat berpindah ke platform belanja online, sehingga ini menjadi sangat baik untuk membuka pasar baru,apalagi produk yang dihasilkan UKM ini juga dibilang murah,” jelas Syamsul Huda, S.Kom. 

Selama ini UKM hanya tergantung pada pasar, ekspo dan rekanan. Kegiatan ini tim PKM dengan bantuan tim di atas membuatkan website berbasis e-commerce diminati pasar saat ini. Diharapkan dengan adanya website ini, produk yang menarik semakin tinggi permintaan dan kualitas produk yang diminati masyarakat Jawa Timur dan di Luar Jawa karena selama ini produk sandal limbah spon ini menembus sampai pasar luar Jawa Timur maupun Luar Jawa.

Pelatihan Digital Marketing dan Website

Dalam kesempatan yang sama, Tim pengmas PKM menyerahkan alat produksi bantuan berupa mesin plong sandal, mesin matres dan mesin blendes. Agus Rachmad Purnama, yang juga anggota tim pengmas ini menjelaskan bahwa pengadaan alat produksi ini untuk membantu pelaku UKM dalam meningkatkan produksinya, mengingat selama ini masih menggunakan jasa UKM lain di Kabupaten Sidoarjo.

“Pengadaan alat produksi ini bertujuan untuk untuk membantu UKM dalam meningkatkan kapasitas produksi sandal spon, karena selama ini pelaku ukm masih tergantung jasa matres ke tempat UKM lain di Sidoarjo. Sehingga dengan adanya alat tersebut, waktu produksi dapat terpangkas karena semua produksi bisa dilakukan dikelompok UKM sendiri, produksi meningkat 30% dan hasil matres yang bagus dibandingkan dengan”, ungkap Agus.

Tim Pengmas Menyerahkan Bantuan Alat Produksi

Sementara itu, Tatik Farikha selaku Ketua UKM Aldiva menyakatan bahwa program yang dilaksanakan oleh tim pengmas Fakultas Teknik Unusida ini sangat membantu UKM di daerahnya untuk bangkit kembali dalam masa pandemi ini, dan menyampaikan terima kasih karena telah peduli dan membantu para pelaku UKM melalui pelatihan dan bantuan alat produksi.

“Berkat tim dari Unusida ini kita bisa bangkit lagi, kita diberikan pelatihan desain dan foto produk, digital marketing, website e-commerce, dan tim juga menyumbang alat produksi, kami berterima kasih kepada tim sudah membantu kita UKM yang terdampak Covid-19 ini,” Tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *