BANGKALAN, KOREK.ID – (27 SEPTEMBER 2023) Momentum pergantian Plt. Bupati yang sebelumnya dijabat oleh Wakil Bupati Mohni, menjadi harapan baru bagi masyarakat Bangkalan. Pasca di vonisnya Mantan Bupati R. Abdul Latif Imron Amin yang tersandung kasus korupsi membuat sebagian kalangan, terutama masyarakat Bangkalan yang terbangun rasa pesimis bahwa Bangkalan akan semakin tumbuh dan maju.
Belum lagi tingkat IPM Bangkalan yang masih rendah dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Jawa Timur. Tercatat pada akhir tahun 2022 IPM Bangkalan di angka 65,05. Menempati urutan 36 dari 38 Kabupaten se-Jawa Timur. Hal itu menandakan bahwa Bangkalan perlu adanya inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Saat ini Bangkalan memiliki nahkoda baru yang sudah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur yaitu Bapak Arief M Edie untuk periode 2023 – 2024. Sebelumnya Edie menjabat sebagai Kepala Biro (Kabiro) Hukum Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Harapan terbesarnya adalah PJ Bupati yang baru ini bisa berupaya meningkatkan kinerja para aparatur pemerintahan dan juga memberikan lompatan besar dalam meningkatkan IPM Kab.Bangkalan
PJ Bupati yang baru ini dalam satu kesempatan pidatonya menyampaikan bahwa akan memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi di Bangkalan. Menurut Moestamin selaku Ketua PKS Bangkalan, mengatakan “ini adalah salah satu prioritas yang harus diimplementasikan kedepannya. Karena selama ini Investor enggan masuk ke Bangkalan dikarenakan kurangnya jaminan kenyamanan bagi Investor untuk berinvestasi. Baik dalam hal perijinan, jaminan kemananan dan sebagainya,” kata Moestamin sapaan akrab Ketua PKS Bangkalan, Rabu (27/09/23).

Moestamin yang berdomisili di Banyuajuh Kamal dan didapuk menjadi salah satu Caleg PKS yang maju dari dapil 6, menyampaikan bahwa harapannya kedepan Investor yang akan masuk ke bangkalan, difasilitasi oleh pemerintah daerah. Bisa juga diberikan kesempatan dapat berinvestasi di bidang Pariwisata, ia juga menyebut salah satu contoh yaitu bagaimana menjadikan Kamal sebagai salah satu tujuan wisata Bahari yang bisa menambah PAD Kabupaten Bangkalan.
“Harapan kedepannya, investor yang masuk ke Bangkalan diberikan fasilitas dan diberi kesempatan berinvestasi. Hal itu dalam rangka menumbuhkan perekonomian masyarakat lewat Wisata Bahari setelah pasca diresmikannya jembatan Suramadu, banyak masyarakat yang kehilangan sumber pendapatannya,” tutupnya.

