BANGKALAN, KOREK.ID – Guna mendukung infrastruktur transportasi, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) gencar memperbaiki jalan.
Salah satu jalan yang sedang dalam proses pengerjaan itu adalah Jalan Mayjen Sungkono Bangkalan. Pekerjaan penyambungan lapis ulang atau overlay dengan pelaksana CV Karya Dinasti. Jalan itu sengaja dikerjakan malam hari, bahkan hingga dini hari, biar tidak mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan. Selain itu, dengan tujuan pekerjaan bisa berjalan maksimal.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga (BM) DPUPR Kab. Bangkalan Guntur Setiadi mengatakan, pengaspalan mayoritas dilakukan malam hari, bahkan sampai menjelang pagi.
”Pengaspalan biasanya dilakukan malam hari. Tujuannya agar tidak mengganggu aktivitas warga. Sehingga pengaspalan dengan hotmix cepat selesai. Makanya dilakukan malam hari. Itu sangat efektif karena truk pengangkut aspal juga tidak mengalami kemacetan di jalan,” tutur Guntur Setiadi saat ditemui disela pengawasan langsung pekerjaan pengaspalan di Mayjen Sungkono, Sabtu (30/09/23) malam.

Guntur sapaan akrab Kabid Bina Marga itu pun mengaku tak segan begadang. Sebab hal itu terkait dengan tugasnya untuk mengawal dan mengawasi proses pengaspalan.
“Begadang hingga dini hari tidak jadi masalah. Ini bagian dari kewajiban dan tanggung jawab. untuk mengawal proses kegiatan pengaspalan,” Tandasnya.
Sementara itu, Ferry selaku tim teknis Bina Marga mengatakan “kegiatan ini merupakan kelanjutan dari perbaikan yang sudah dilaksanakan tahun 2022. Kali ini pengaspalan jalan Mayjen Sungkono menggunakan Dana Alokasi Umum (DAUM) dengan nilai kontrak 443 jutaan, pelaksanaan perbaikan sepanjang kurang lebih 300 meter dengan lebar variatif dari 8,8 meter hingga 10,5 meter ini. Sudah dapat dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat Bangkalan.”
Agar sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Dengan turun langsung, Ferry pun bisa mengontrol kualitas dan kuantitas aspalnya.

“Kami juga memeriksa campuran aspal, tingkat suhu panas aspal ketika mau digelar, maupun ketebalan aspalnya. Seperti yang di jalan Mayjend Sungkono, suhu panas aspal 130°C, estimasi pengerjaan memakan waktu kurang lebih paling lambat dua hari,” pungkas Ferry.

