KOREK.ID – Ginjal kita bisa mengalami kerusakan dalam waktu lama, yang kemudian disebut sebagai penyakit ginjal kronis.
Mengutip National Kidney Foundation, penyakit ini mengganggu fungsi ginjal bekerja sebagaimana mestinya.
Fungsi ginjal meliputi menghilangkan produk limbah alami dan air berlebih dari tubuh Anda, membantu pembuatan sel darah merah, menyeimbangkan mineral penting dalam tubuh, membantu menjaga tekanan darah, dan menjaga kesehatan tulang Anda.
Penyakit ginjal kronis biasanya berkembang sangat lambat dengan sedikit gejala pada awalnya.
Perkembangan penyakit ginjal kronis dibagi dalam lima stadium, yang membantu menentukan pengobatan. Dalam artikel ini akan menunjukkan pengertian penyakit ginjal kronis, penyebab, dan gejalanya.
Apa itu penyakit ginjal kronis?
Penyakit ginjal kronis adalah ketika ginjal mengalami kerusakan dalam jangka waktu lama, setidaknya selam tiga bulan, dan kesulitan melakukan semua pekerjaan pentingnya.
Dikutip dari Cleveland Clinic, ginjal seperti filter dalam tubuh yang bekerja menyaring limbah, racun, dan air berlebih dari darah Anda.
Ketika ginjal rusak, organ ini tidak dapat menyaring limbah, yang berarti limbah tersebut menumpuk di dalam darah Anda.
Penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan gagal ginjal, yang merupakan penyakit ginjal stadium akhir.
Tidak semua penderita penyakit ginjal akan mengalami gagal ginjal, tetapi penyakit ini sering kali akan memburuk tanpa pengobatan.
Tidak ada obat untuk penyakit ginjal kronis.
Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memperlambat kerusakan ginjal. Perawatan seperti dialisis dan transplantasi adalah pilihan untuk gagal ginjal (penyakit ginjal stadium akhir).
Menurut National Kidney Foundation, siapa pun dapat mengembangkan penyakit ginjal kronis, pada usia berapa pun.
Namun, beberapa orang mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan yang lain.
Faktor risiko penyakit ginjal kronis yang paling umum meliputi:
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penyakit jantung dan/atau gagal jantung
- Kegemukan
- Di atas usia 60 tahun
- Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal
- Riwayat pribadi cedera ginjal akut (AKI)
- Merokok dan/atau penggunaan produk tembakau.
Bagi banyak orang, penyakit ginjal kronis tidak disebabkan oleh satu alasan saja. Sebaliknya, hal ini disebabkan oleh banyak faktor fisik, lingkungan, dan sosial.
Penyakit ginjal kronis juga bisa disebabkan oleh banyak kondisi atau keadaan lainnya. Beberapa contohnya meliputi:
- Penyakit glomerulus: glomerulonefritis, nefropati IgA (IgAN), dan nefropati HIV
- Kondisi yang diturunkan: penyakit ginjal polikistik
- Kondisi autoimun: lupus (lupus nefritis)
- Infeksi berat: sepsis dan sindrom uremik hemolitik (HUS)
- Penyebab lain: kanker ginjal, batu ginjal, infeksi saluran kemih (ISK) yang sering tidak diobati dan/atau berlangsung lama, hidronefrosis, serta kelainan ginjal dan saluran kemih sebelum lahir.
Apa saja gejala penyakit ginjal kronis?
Berikut gejala penyakit kronis yang perlu Anda waspadai, yang dikutip dari Cleveland Clinic:
- Kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering.
- Kelelahan, kelemahan, tingkat energi rendah.
- Kehilangan selera makan.
- Pembengkakan pada tangan, kaki, dan pergelangan kaki.
- Sesak napas
- Kencing berbusa atau berbuih.
- Mata bengkak.
- Kulit kering dan gatal.
- Kesulitan berkonsentrasi.
- Kesulitan tidur.
- Mati rasa.
- Mual atau muntah.
- Kram otot.
- Tekanan darah tinggi.
- Kulit menggelap.
Pada tahap awal penyakit ginjal, biasanya Anda tidak merasakan gejala yang nyata.
Diperlukan waktu bertahun-tahun agar limbah menumpuk di darah Anda dan menimbulkan gejala penyakit ginjal kronis.
Begitu Anda mulai merasakan gejalanya, Anda perlu segera periksa ke dokter untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

