BANGKALAN, Korek.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah. Salah satunya melalui rencana pembangunan pusat fasilitas olahraga terpadu atau sport center yang ditargetkan rampung pada 2027.
Pembangunan kawasan olahraga tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pembinaan atlet sekaligus meningkatkan daya saing Bangkalan dalam berbagai kompetisi olahraga, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, pembangunan sport center direncanakan berada di kawasan belakang Stadion Bangkalan. Sejumlah fasilitas olahraga akan disediakan untuk menunjang kebutuhan latihan dan pengembangan kemampuan atlet.
Fasilitas yang dirancang meliputi lapangan panahan, mini soccer, olahraga dayung, kolam renang jarak panjang, voli pantai, pusat kebugaran, hingga fasilitas kesehatan bagi atlet.
“Fasilitas atlet harus kita siapkan dengan baik,” kata Lukman saat melepas kontingen POPDA Bangkalan di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (5/11/2026).
Menurut dia, keberadaan fasilitas olahraga yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi. Karena itu, pembangunan sport center diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlatih, tetapi juga pusat pengembangan olahraga di Bangkalan.
Pemkab menargetkan pembangunan kawasan tersebut dapat diselesaikan pada 2027. Selain mendukung pembinaan atlet, keberadaannya diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di tengah rencana pengembangan infrastruktur olahraga, Bangkalan saat ini juga tengah berjuang mempertahankan posisinya dalam persaingan POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Kabupaten Ngawi pada 6–11 November 2026.
Lukman menegaskan, target masuk tiga besar menjadi capaian yang ingin dipertahankan hingga seluruh pertandingan selesai. “Harapan kita, Bangkalan tetap di tiga besar,” ujarnya.
Dia menilai, POPDA bukan semata-mata ajang mengejar medali. Kompetisi tersebut juga menjadi ruang pembentukan mental, karakter, dan daya saing generasi muda melalui olahraga.
Meski demikian, Lukman tidak menampik dukungan anggaran kontingen masih menghadapi keterbatasan. Alokasi sekitar Rp400 juta dinilai belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan atlet, mulai dari persiapan, transportasi, penginapan, hingga konsumsi selama pertandingan.
Pemkab, kata dia, tetap berupaya memberikan perhatian terhadap masa depan atlet yang berhasil mengukir prestasi. Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah menjadikan capaian olahraga sebagai indikator pendukung dalam pemberian beasiswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan Muawi Arifin menjelaskan, kontingen Bangkalan memberangkatkan 98 atlet untuk berlaga pada 15 cabang olahraga di Kabupaten Ngawi.
Secara keseluruhan, Bangkalan mengikuti 22 cabang olahraga. Sebanyak tujuh cabang lainnya telah lebih dahulu dipertandingkan di Surabaya sejak 29 Oktober 2026.
Dari pertandingan yang telah berlangsung di Surabaya, kontingen Bangkalan mengumpulkan 12 medali emas, enam perak, dan empat perunggu.
Cabang olahraga akuatik menjadi penyumbang medali terbanyak dengan sembilan emas, lima perak, dan tiga perunggu. Sementara atletik menyumbangkan satu emas dari nomor 1.500 meter dan satu perak dari nomor 5.000 meter.
Tambahan dua medali emas dan satu perunggu diperoleh dari cabang olahraga judo.
Muawi optimistis peluang Bangkalan mempertahankan posisi tiga besar masih terbuka. Dia memastikan seluruh atlet akan terus didorong untuk tampil maksimal dalam setiap pertandingan. “Target tiga besar tetap kita kawal,” tegasnya.
Dia juga meminta dukungan masyarakat agar para atlet dapat menjalani pertandingan dengan maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik untuk Kabupaten Bangkalan. “Kami mohon doa masyarakat Bangkalan,” pungkasnya. (FQ/RED).

