Inovasi Bang Jani Hemat Jutaan rupiah bagi petani

salah satu petani yang menggunakan inovasi taring bang jani

Bangkalan, Korek.id – Tanam Jaring Bangun Bangkalan, Sejahterakan Petani atau disingkat Taring Bang Jani masuk 45 besar dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Provinsi Jawa Timur 2020.

Taring bang Jani diciptakan pada tahu 2017 kemudian dilanuching Bupati Bangkalan pada Tahun 2020. Taring bang jani adalah inovasi persemaian yang mudah, murah, sederhana dan berkualitas dengan meletakkan jaring diatas tanah persemaian kemudian ditaburi benih padi secara merata.

Bacaan Lainnya

Inovasi itu terbukti Meningkatkan produksi petani hingga 1 Ton per-hektar, karena sistem tersebut mampu mengurangi kerusakan akar padi saat dicabut.

“jika dikonversi pada ekonomi 1 Ton sama dengan 1000 Kg kali harga gabah 4 ribu berarti ada peningkatan 4 juta rupiah per hektar Dalam satu kali panen,” Ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Holtikultura dan Perkebunan Pangan Puguh Santoso Jum’at (28/08/20).

Selain itu, Taring Bang Jani juga menghemat tenaga kerja yang biasanya 12 orang menjadi 2 orang ditambah 4 orang perempuan. Artinya ada biaya penghematan dalam upah tenaga kerja.

“Sehingga di total keuntngan petani menggunkana sistem taring bang jani, sekitar 5. 200.010 rupiah per hekar per satu kali masa panen,” imbuhnya.

Taring Bang Jani diakui oleh tim penilai Kovablik jika Inovasi tersebut asli diciptakan oleh petani Bangklan. Sehingga kata Puguh, sesuai dengan perintah Bupati, petani di dorong untuk menggunakan sistem Taring Bang Jani.

“Sampai saat ini taring bang jadi digunakan sekitar 3.995 hektar yang menyebar di seluruh Kabupaten Bangkalan atau 10 persen dari total sawah di Bangkalan,” ungkap Puguh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *