Akibat Lonjakan Covid-19, Bapenda Sebut Target Perpajakan Sulit Dicapai

Salah satu cafe di Telang, Kec. Kamal sekitaran Kampus UTM mengalami sepi pengunjung

BANGKALAN, KOREK.ID – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan berdampak pada target Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dalam bidang perpajakan yang akan kesulitan untuk dicapai.

Kepala Badan pendapatan daerah (Bapenda) Ismet Efendi melalui Kabid Perpajakan dan Retribusi II Yenny Repeliyanti mengatakan, akibat kesulitan pencapaian PAD tersebut, pihaknya akan menunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Bacaan Lainnya

“Target pajak tahun 2021 ini akan sangat sulitan dicapai. Karena, kondisi Covid-19 tambah mengkhawatirkan,” ucapnya, Selasa (6/7).

Sementara, untuk target PAD yang ditentukan sebanyak Rp 54.742.550.783, namun hingga pertengahan semester ini pendapatannya masih mencapaian Rp 19.505.301.490, atau masih sekitaran 35 persen.

“Sehingga untuk sisanya Rp 35.137.249.092 akan sulit dicapai di sisa waktu hanya 6 bulan. Karena, laju ekonomi kita sempat terhenti, sehingga banyak resto dan pengusaha yang tutup,” jelasnya.

Selain itu, belum lagi adanya penerapan PPKM darurat dalam beberapa pekan kedepan, tentunya akibat penerapan PPKKM darurat ini nantinya akan berdampak terhadap perekonomian dan pendapatan para pemilik cafe dan resto di Kota Dzikir dan Sholawat ini.

“Kalau cafe dan resto mereka tutup, tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan mereka, maka untuk membayar pajakpun mereka juga akan kesulitan,” tuturnya menjelaskan.

Maka dari itu, pihaknya akan mengukur dan merancang kembali potensi PAD nya pada PAK, seperti tahun sebelumnya. “Sehingga target bisa disesuaikan dengan potensi yang masih bisa digali dan dimaksimalkan,” tutup dia.

Sementara itu, M. Ahmad salah satu pengusaha cafe dan resto menuturkan, sejak diberlakukannya pembatasan dan penyetakan di Surabaya, usahanya mulai kesulitan mendapatkan bahan penjualan yang biasa dibeli di Surabaya.

“Sejak itu saya sudah kesulitan mendapat bahan untuk dijual, sehingga saya memilih untuk tutup sementara,” ucap Ahmad.

Setelah penyekatan dihentikan, saat ini menyusul kebijakan penerapan PPKM darurat, tentunya ini juga sangat berdampak terhadap pendapannya.

Sebab, selama PPKM darurat, pihaknya harus menutup resto dan cafenya nutup lebih awal, sedangkan jam bukanya dari sore sampai malam.

“Sedangkan kalau di siang hari cafe kami sepi, sedangkan kalau malam kita disuruh segera tutup, bagaimana kita bisa bertahan kalau seperti ini,” ucapnya mengakhiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *