BANGKALAN, KOREK.ID – Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Bangkalan, Ummu Hanie Tartiela, Lc., menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas kasus pencabulan terhadap seorang santriwati di Bangkalan yang terjadi selama lebih dari satu tahun.
Ummu Hanie menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar.
“Hati kami hancur mendengar penderitaan yang harus dipikul oleh ananda tercinta selama sekian lama. Kejadian ini adalah alarm keras bagi kita semua bahwa predator seksual bisa berada di mana saja, bahkan di tempat yang kita anggap sakral sekalipun,” ungkap Ummu Hanie dalam pernyataan resminya.
Ia menekankan bahwa trauma berat yang dialami korban merupakan luka yang memerlukan penanganan komprehensif, bukan hanya secara fisik, tetapi juga pendampingan psikologis jangka panjang yang intensif.
Lebih lanjut, Ummu Hanie mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan memberikan hukuman maksimal kepada pelaku demi memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga. Menurutnya, tidak boleh ada ruang bagi kompromi atau penyelesaian di luar jalur hukum untuk kasus sekeji ini.
Penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menjadi pelajaran bagi siapa pun agar tidak bermain-main dengan kehormatan perempuan.
Ummu Hanie juga mengajak seluruh pengelola lembaga pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren, untuk memperketat sistem pengawasan dan menciptakan ruang aman bagi santriwati untuk berani melapor jika mengalami intimidasi atau kekerasan.
“Pesantren harus menjadi benteng moral, bukan tempat bersembunyinya kejahatan. Kita perlu membangun ekosistem yang sensitif terhadap perlindungan anak dan perempuan, di mana setiap anak merasa dilindungi dan didengar suaranya tanpa rasa takut,” tambahnya dengan nada penuh simpati.
Sebagai penutup, BIPEKA DPD PKS Bangkalan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan korban mendapatkan hak-hak pemulihannya secara penuh.
Ummu Hanie mengajak masyarakat Bangkalan untuk tidak memberikan stigma negatif kepada korban, melainkan merangkul dan memberikan dukungan moral agar ia mampu bangkit dari masa kelam tersebut. Baginya, melindungi masa depan satu anak adalah upaya menjaga masa depan Bangkalan itu sendiri.

