BANGKALAN, Korek.id – sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terhadap podok pesantren dan kaum disabilitas, Pemkab menyalurkan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada 183 pondok pesantren dan 367 penyandang disabilitas,
Bupati bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, Bansos itu diberikan dalam rangka meringankan beban santri dan penyandang disabilitas ditengah pandemi COVID-19. Total jumlah bantuan sebanyak 46.170 paket sembako berisi beras 5 Kg dan mie instan 18 bungkus per paket.
Sedangkan, bantuan kepada penyandang disabilitas berisi beras 5 Kg, minyak goreng 2 liter, gula 2 Kg, dan mie instan 6 bungkus.
“Bantuan kepada pondok pesantren disesuaikan dengan jumlah santrinya,” ujar Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron usai penyerahan simbolis Bansos di Pendopo Agung, Sabtu (12/9/2020).
Politikus PPP itu menambahkan, penyaluran paket sembako itu menelan anggaran sebesar Rp 6,9 milyar bersumber dari Belanja Tak Terduga (BTT) hasil refocusing anggaran.
Dengan bantuan tersebut, Ra latif berharap bantuan dapat bermanfaat dan mengurangi beban masyarakat terdampak COVID-19 dalam pemenuhan kebutuhan.
“Ini bantuan yang sekian kalinya dilakukan Pemkab, karena banyak sektor terdampak pandemi COVID-19,,” katanya.
Redaksi





