BANGKALAN, KOREK ID – Ketika pukul enam sampai dengan pukul tujuh pagi di Jl. KH. Moh Toha mengalami kepadatan arus lalulintas yang didominasi pengendara sepeda motor.
Laju kendaraan tersebut bisa dibilang kencang, sehingga membahayakan murid SD Kemayoran 2 yang akan menyebrang atau akan masuk ke sekolah.
Dengan adanya rambu Zona Sekolah, Traffic Cone, serta petugas keamanan sekolah, para pengendara mengabaikan semua rambu yang ada, sehingga sering terjadi laka lantas kecil di sekitar jalan tersebut.
Menyikapi hal tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan melalui Kanit Laka Lantas, Iptu Wiwit Heru Santoso, Kabid Lalin Dishub Bangkalan, Ariek Moein bersama Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Bangkalan, Nanung mendatangi SD Kemayoran 2 untuk berdiskusi bersama pihak sekolah, Jum’at (01/09/23).

Saat diskusi berlangsung para guru mengungkapkan keluh kesah yang sering terjadi di depan sekolah mereka. Dan juga mereka berharap adanya petugas Dishub serta di pasangnya pita kejut (speed trap)di depan sekolah. Untuk mengurangi laju kendaraan serta mengurangi resiko kecelakaan.
Kanit Laka Lantas Wiwit mengatakan selain adanya petugas dishub dan speed trap sekolah ini perlu di bentuk tim PKS (Patroli Keamanan Sekolah) dari siswa, bertujuan membantu mengatur serta menyeberangkan anak sekolah.
“Jangan khawatir petugas PKS ini akan di kawal oleh petugas dishub/polisi saat mengatur lalulintas. Hal ini juga bertujuan meningkatkan kedisiplinan berlalulintas sejak dini kepada siswa.” Tuturnya.
Sementara itu Kabid Lalin Dishub Bangkalan, Ariek mengatakan berdasarkan hasil permohonan dari guru rencana tersebut, ditempatkan petugas dishub di depan sekolah hari Senin depan, sambil lalu menunggu alat atau speed trap terpasang. Karena pengadaan alat tersebut butuh pengajuan ke pusat.
“Kita anggap penting, untuk melaksanakan manajemen rekayasa di depan sd kemayoran 2 walaupun tingkat laka lantasnya itu kecil, namun jika di biarkan bisa menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

Selain itu Dishub juga mengajak murid Kemayoran 2 untuk paham tentang berlalu lintas melalui salah satu program dishub Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD).
“Agar nantinya ketika dewasa mereka terbiasa dengan taat berlalu lintas, sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas” terangnya.
Menurut salah satu Guru SDN Kemayoran 2, Utwijah berharap dengan adanya bantuan dari petugas dishub dan kepolisian dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan KH Moh Toha.
“Kami akan bersurat ke dishub bangkalan untuk realisasi bantuan fasilitas lalu lintas, namun kami masih menunggu kepala sekolah karena masih sakit,” pungkasnya.

