Energizing You” Destinasi Wisata Laut Labuhan Fokus Kegiatan Lingkungan Dan Pendidikan

Diterbitkan :

BANGKALAN, KOREK.ID – Taman wisata laut labuhan, ialah salah satu destinasi wisata laut dari program pengembangan masyarakat bimbingan PHE WEST MADURA OFFSHORE (WMO). Taman wisata labuhan fokus dalam kegiatan konservasi mangrove dan terumbu karang yang terletak di Dusun Masaran, Desa Labuhan, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Minggu (10/10/21).

Wisata taman laut labuhan binaan PHE WMO  tidak serta merta melakukan pengembangan wisata pantai, namun juga fokus dalam kegiatan lingkungan dan pendidikan. Hasil konservasi lingkungan di sekita wilayah labuhan, terlihat dari kerapatan mangrove yang semakin meningkat setiap tahunnya,

Selain itu PHE WMO juga melakukan konservasi terumbu karang dengan menanam 80 kubah beton berrongga.

wakil direktur bidang riset, pengabdian masyarakat, digitalisasi dan internasionalisasi Pascasarjana universitas Airlangga Surabaya, Prof Dr H Suparto Wijoyo mengatakan Wujud dari demokratisasi sebuah keputusan korporasi dengan dia dekat bersama rakyat, program-program yang melibatkan masyarakat dimana dia mendapatkan sumber daya berarti juga dapat mendapatkan keuntungan secara ekonomi.

“tapi dia wajib berbagi kepada rakyat jika begitu adalah korporasi tau diri, Kalau tau diri bagian dari konsep internasionalnya adalah keputusan yang demokratis dan partisipatoris”. Ujar Suparto sapaan akrabnya

Selain itu, Prof Dr H Suparto Wijoyo menambahkan Bahwa dengan partisipasi itu lingkungan harus lebih terjaga karena menyangkut sistem ekologi.

“Artinya lingkungannya terjaga, sumber air yang digunakan juga terfasilitasi, lahan-lahan tidur menjadi terhidupkan, gerakan masyarkat bekerja terjadi kemudian lingkungan diperhatikan maka yakinlah in come masyarakat juga naik”, tuturnya

Dalam urusan-urusan penerapan CSR ini lebih besar adalah sesuai dengan poros gender internasional, memiliki tata kelola keluarga, tata kelola keuangan, finansial manajemen, ecological manajemen, keluarga bertahan dan kesejahteraan meningkat jadi lingkungan selamat.

“kesejahteraan meningkat, untuk produktivitas itulah makna demokratisasi, ekologi, gender dan kemudian lingkungan berarti kalau disini misalnya kalau dilabuhan. ini gerakannya adalah mangrovisasi kita sudah melihat dengan mangrovisasi berarti mangrovenya terkelola, abrasi pantai bisa dicegah. urusan pencemaran bisa teratasi karena serapan-serapan dari mangrove itu, juga bisa menyerap bahan-bahan pencemar maka pantainya akan lebih jernih ekosistem terjaga”. Jelas suparto

Sementara itu, Execitve Director Ecoton Prigi Arisandi menjelaskan dilapangan kita menemukan contoh kongkrit bagaimana model CSR yang kemudian berkepanjangan jadi ada prinsip 3P yang bisa kita lihat prioritas tentang people, planet dan profit yang dilaksanakan oleh masyarakat.

“beginilah konsep dari CSR itu sendiri tidak menghambur hamburkan uang, namun bagaimana CSR ini membangun mimpi tidak banyak institusi membuat model CSR seperti ini, membuat sebuah project yang orang orangnya harus bermimpi mencapai dan untuk merubah”. Tuturnya

Dari CSR tersebut menunjukkan ada model yang sederhana model tetes yang dalam waktu singkat itu berhasil ada 30juta dilahan seluas 500m/segi jadi cara mudah dan sederhana kemudian orang terinspirasi tergerak untuk melakukannya.

“itu yang kita lihat di mangrove ini juga kita bisa melihat bagaimana model CSR ini juga, ternyata tidak hanya jangka pendek ternyata jangka panjang, jadi ada upaya matinence jadi isu seperti sprint jangka pendek yang harus dibangun misal dalam waktu 5 tahun. Seperti model lari marathon jadi ini yang menurut saya berani diterapkan oleh pertamina dengan membuat model yang marathon, sesuai dengan gagasan lingkungan dan ini pola yang diawali informasi maka dengan model seperti ini menggaet networking, mengedukasi masyarakat diharapkan nanti akan muncul partisipasi kedepan,” Pungkasnya.

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer