PASURUAN, KOREK.ID – Tim Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) membantu UKM melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) melalui hibah pengmas Kemdikbud Ristek Dikti Tahun 2023.
Pengabdian masyarakat ini digagas dan dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Teknik Unusida yang diketuai Zahrotul Azizah, M.T dari Prodi Teknik Kimia, Anggota tim Listin Fitrianah, M.Si dari Prodi Teknik Lingkungan, dan Arda Surya Aditya, M.T dari Teknik Informatika.
Komposisi tim yang multidisiplin tersebut, mereka berhasil mendapatkan Hibah Pengabdian Masyarakat dengan Skema PKM dari Kemendikbud Dirjen Pendidikan Tinggi tahun pelaksanaan 2023, dengan mitra UKM kerupuk kulit ikan kakap yang beralamat di Desa Kidul Dalem Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.
Zahrotul Azizah selaku ketua tim pengmas mengatakan bahwa sasaran program pengabdian masyarakat (PKM) ini adalah UKM kerupuk kulit ikan kakap. dimana saat ini UKM tersebut sudah memiliki merk dan sertifikat Halal, namun masih terkendala dalam sistem pengering.

“Program pengabdian masyarakat (PKM) ini sasarannya adalah UKM kerupuk kulit ikan kakap. Produk ini merk “DIMAR” dan sudah bersertifikat Halal yang pemasarannya sudah lingkup Jawa Timur dan sampai ke Bali. Akan tetapi alat produksi yang mereka gunakan sangat sederhana, sehingga tim ini bertekad untuk membantu UKM untuk melakukan transformasi digital dengan mengadakan dan menyusun alat pengering kerupuk dengan menggunakan sistem Internet of Things (IoT), Ujar Dosen Prodi Teknik Kimia tersebut.
Anggota tim pengmas, Listin Fitrianah menambahkan bahwa salah satu tujuan pengmas PKM ini untuk meningkatkan kualitas produk dari pemanfaatan limbah kulit ikan, dimana UKM ini, sampai saat ini masih terkendala dalam proses produksi, terutama pada musim hujan, karena masih mengandalkan panas matahari.

“Salah satu tujuan pengmas PKM ini untuk meningkatkan kualitas produk dengan memanfaatkan limbah kulit ikan menjadi produk bisnis yang menjanjikan. Namun, masih terkendala produksi, karena mengandalkan panas matahari untuk menjemur kulit ikan yang akan diolah dan jika musim penghujan terhambat proses produksi”, ungkap listin.
“Sebagai upaya dalam mengatasi permasalahan dalam proses produksi, tim pengmas, hari ini Senin, 04 September 2023, menyerahkan alat pengering kerupuk sudah diterima pihak UKM dan langsung dipraktekkan mitra. Dimana, tujuan dari pengadaan alat produksi ini bertujuan untuk untuk membantu UKM dalam meningkatkan kapasitas produksi dengan sentuhan teknologi”, tutup Dosen Prodi Teknik Lingkungan tersebut.

Arda Surya Aditya, salah satu anggota tim pengmas juga menjelaskan bahwa sistem pengering berbasis IoT ini digunakan sebuah board dengan tipe Raspberry Pi. Pemilihan Raspberry pi tidak lain adalah keandalannya dalam memproses data sensor dalam waktu yang cukup lama. Selanjutnya untuk mendeteksi kenaikan suhu adalah dengan menggunakan sensor suhu. Selain penggunaan sensor suhu digunakan juga sensor gas hal ini dikarenakan mesin pengering yang digunakan adalah mesin pengering menggunakan gas sehingga perlu adanya deteksi gas untuk mengukur jumlah gas yang tersedia pada mesin pengering.
“Alat tersebut akan dikembangkan sebuah sistem pengering berbasis IoT sehingga setelah seluruh sistem dan sensor terpasang maka langkah selanutnya yakni dengan menghubungkan perangkat pada platform IoT. Platform IoT yang digunakan pada sistem ini adalah platform IoT yang dibangun mandiri menggunakan bahasa pemrograman PHP dan juga database MySQL”, ungkap Arda.

“Hal yang paling menarik dalam bentuk kegiatan ini karena alat yang akan digunakan mitra dengan mudah bisa dikendalikan dari Handphone. Kita bisa mengatur alat tersebut dengan. Mudah dalam penggunaannya dengan teknologi IoT. Tim memberikan terobosan ke mitra dalam transformasi digital”, tambah Dosen Prodi Teknik Informatika tersebut.
Sementara itu, Ibu Fero selaku mitra sekaligus pemilik UKM DIMAR menyakatan bahwa program yang dilaksanakan oleh tim ini sangat membantu UKM di daerahnya untuk bangkit kembali dalam masa pandemi ini, dan menyampaikan terima kasih karena telah peduli dan membantu para pelaku UKM melalui pelatihan, pendampingan serta bantuan alat produksi.

“Berkat tim dari UNUSIDA ini kita lebih semangat lagi, karena kita diberikan secara gratis alat canggih yang bisa kita gunakan untuk produksi. Selama ini kita tidak pernah dapat bantuan dari pihak manapun dalam mengembangkan usaha, sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada tim UNUSIDA sudah membantu kita dan mendampingi kita dalam program ini,” Tutupnya.

