SURABAYA, KOREK.ID – Jika anda hobi makanan laut atau seafood tentu sangat menyukai makanan olahan Kepiting. Di Kota Surabaya ternyata ada Budi Daya dan penggemukan kepiting dengan cara modern dinamai Vertikal Crab House. Yakni metode penggemukan atau pembesaran kepiting dengan menggunakan kandang yang berderet vertikal dan bertingkat layaknya apartemen.
Dan hasilnya kepiting bisa mencapai bobot hingga 2 kilogram. Dengan metode modern ini Kepiting bisa dipesan tiap hari dan tidak mengenal musim. Pelanggan bisa memesan sesuai selera dari Kepiting yang paling kecil hingga paling besar.
Hal ini seperti yang dikembangkan oleh seorang Sarjana Perikanan lulusan Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Bernama Tonny Berthiolios (45 Tahun). Pria asal Balikpapan, Kalimantan Timur yang kini tinggal di Kota Surabaya.
Dan ternyata lokasi Budi Daya Dan Penggemukan Kepiting jenis bakau ini berada di jalan Menganti Kecamatan Wiyung Surabaya. Yang lokasinya berada di Tengah hiruk pikuk Perkotaan, jauh dari bayangan orang jika memelihara kepiting harus di areal Empang Atau Pesisir Laut.
“Dulu orang pelihara kepiting harus di empang atau di sekitar pantai atau pesisir. Tapi sekarang cuma di tempat ukuran kamar tidur pun bisa,” kata Tonny.
Karena budi daya kepiting dengan cara modern seperti vertikal crab house, Bisa dilakukan di tempat yang tidak terlalu besar. Hanya di ruangan ukuran kamar 3×3 meter pun bisa dilakukan.

Inspirasi Tonny berawal saat ia menyukai kepiting dan bertekad ingin mengembangkan budi daya Kepiting. Karena di kampung halamannya di Balikpapan, kepiting saat itu kurus-kurus dan tidak bisa besar. Sehingga ia memutar otak dan cari tahu di buku atau di artikel di internet bagaimana cara menggemukkan atau membesarkan Kepiting. Definisi kepiting gemuk adalah kepiting yang ketika dihidangkan dagingnya banyak dan kenyal.
“Saya penasaran cari tahu bagaimana menggemukkan kepiting. Karena tentunya dagingnya akan kenyal dan puas saat dimakan. Tidak hanya terasa makan tulang,” ujar Tonny.
Akhirnya ia mendapatkan referensi dari luar negeri dan mulai merintis budi daya kepiting secara modern yakni Vertikal Crab House. Yaitu budi daya Kepiting menggunakan kandang yang berderet Vertikal dan bertingkat layaknya apartemen.
Sehingga praktis, tidak memakan tempat, dan bisa diisi dengan banyak kepiting. Kepiting juga akan tertata saat pemberian makanan dan pengairan. Sehingga penggemukan bisa dilakukan hanya dua minggu. Kandang berderet dan bertingkat tersebut merupakan rancangan dari tonny sendiri, yang dibuat secara Kostum.
“Kandang berderet dan bersusun ini saya rancang sendiri dan pesan secara kostum. Jadi tidak dijual di toko umum atau di pasaran,“ cerita Tonny.
Untuk bibit atau anakan Kepiting dipasok dari para nelayan sekitar surabaya. Sedangkan pakan merupakan racikan sendiri, Karena jika membeli di pabrikan harganya mahal.
Kepiting Berbagai Ukuran Dihasilkan Tanpa Mengenal Musim

Keunggulan wadah kepiting berderet ini peternak bisa menempatkan atau mengelompokkan kepiting berdasarkan ukuran. Kepiting bisa ditempatkan dari yang paling kecil hingga paling besar. Pembeli atau pemesan bisa memilih sendiri kepiting berdasarkan bentuk dan ukuran. Ada setidaknya 1000 unit kepiting yang bisa ditempatkan dalam kandang berderet dan bersusun ini.
Kelebihan budi daya Kepiting modern ini tidak mengenal musim atau waktu, sehingga Bisa dipesan tiap hari dengan berbagai ukuran. Berbeda dengan beternak kepiting tradisional di pesisir pantai, yang mengandalkan air laut pasang. Karena ketika air laut surut, kepiting akan masuk ke lubang sarang dan tidak berani keluar. Sehingga peternak sulit menangkap kepiting.
Untuk pemasaran kebanyakan di restoran-restoran makanan laut atau seafood di seluruh indonesia. Mereka biasanya memesan dengan berbagai ukuran kepiting, tergantung permintaan dan porsi pelanggan.
Untuk harga kepiting bervariasi tergantung dari ukuran dan beratnya. Ukuran terkecil seberat 300 gram dijual sekitar 100 hingga 150 ribu rupiah per ekor. Untuk ukuran terbesar dengan berat sekitar 2 kilogram dihargai 2 juta hingga 3 juta rupiah lebih.
Kini Tonny juga aktif mengisi seminar tentang penggemukan kepiting di berbagai even dan tempat. Ia juga kerap memberikan pelatihan dan berbagai ilmu budi daya kepiting di berbagai kalangan.

