Tradisi Unik pada Idul Adha, Warga Satu Kampung Bakar dan Makan Sate Bersama

Diterbitkan :

SURABAYA, KOREK.ID – Hari Raya Idul Adha identik dengan bakar sate, tradisi bakar sate daging hasil kurban ini biasanya dilakukan setelah penyembelihan dan setelah mendapatkan bagian daging dari hewan kurban tersebut.

Rata-rata orang Indonesia akan segera membakar sate daging kurban setelah menerimanya. Karena sate merupakan olahan praktis yang tidak membutuhkan banyak persiapan. Tinggal membuat bumbu kecap atau bumbu kacang, kemudian membakarnya.

Dibanding membuat rendang atau semur yang membutuhkan persiapan lebih lama, makanya masyarakat banyak yang memilih mengolah daging kurban menjadi sate. Selain praktis, sate juga sangat lezat.

Nah, tradisi nyate dalam momen perayaan Idul Adha biasanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi dengan teman-teman, saudara, hingga keluarga. Ini untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut juga dilakukan oleh warga Perum Lembah Harapan di RT 04 RW 06 Kelurahan Lidah Wetan Kota Surabaya. Dimana setiap tahunnya tradisi bakar sate bersama-sama satu RT sudah menjadi tradisi disana.

“Kalau tradisi nyate bareng- bareng memang sudah beberapa tahun kita lakukan di RT kita sebagai rasa kebersamaan antar warga,” kata Iwan Salah satu pengurus RT.4 saat dikonfirmasi.

Alhamdulillah di RT empat tahun ini warga selalu kompak untuk memberikan dagingnya, untuk di proses mulai bikin gule sampai bakar- bakar sate ini semua di lakukan oleh warga mulai dari bapak- bapak, ibu- ibu sampai anak-anak.

”Moment seperti ini yang ingin kami ciptakan, kegiatan yang sederhana tapi penuh makna, sekaligus menimbulkan kekompakan antar warga,” pungkasnya.

Berita Terkait :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Postigan Populer