BANGKALAN, KOREK.ID – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia luncurkan program 1000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segmen pesantren di Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Kabupaten Bangkalan, Senin (26/5/2025).
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, Jumlah pesantren di Indonesia ada 41.599. Program 1000 dapur SPPG dipandang strategis untuk memenuhi program makan bergizi gratis di pesantren untuk para santri.
“Bangkalan membutuhkan 118 dapur SPPG, sementara ini masih baru dua dapur SPPG yang sudah bekerjasama,” jelasnya.
Satu titik dapur SPPG direncanakan akan mampu mencukupi kebutuhan MBG untuk 3000 santri. Dalam tahun 2025, timnya menargetkan 100 titik SPPG di Madura. Sebab, pembangunan dapur SPPG harus dengan kualifikasi tertentu yang diawasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Karena kualifikasi dapurnya cukup rumit, harus kuat, kokoh, bersih dan steril, jadi kami akan mengejar target terdekat yakni 100 SPPG se Madura,” ulasnya.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, pembangunan dapur SPPG di Madura kemungkinan baru dapat beroperasi pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang. Sebab, pihaknya akan memastikan kualifikasi dapur dan alat makannya terpenuhi.
“Butuh 45 hari atau maksimal dua bulan pembangunan, nanti akan kami awasi semua penyediaan alat makannya, baru kemudian dapat beroperasi,” singkatnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, program peluncuran 1000 dapur SPPG segmen pesantren tidak hanya menjadi penyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, tetapi menjadi pusat ketahanan gizi masyarakat, khusunya di pesantren.
“Ini akan menjadi sokongan yang baik bagi pemenuhan janji politik presiden yaitu program makan bergizi gratis,” ungkapnya.

