PROBOLINGGO, KOREK.ID – Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan di Probolinggo, Jawa Timur merupakan pelabuhan perikanan yang strategis di pesisir utara Jawa, dengan akses ke Laut Jawa yang kaya sumber daya ikan pelagis. Nelayan di wilayah ini umumnya menggunakan kapal kecil hingga menengah dan melakukan penangkapan harian atau semi-harian.
Kontribusi nelayan terhadap Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan sangat penting dan strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Sekertaris HNSI Jatim, Kamil Anajib mengatakan aktivitas nelayan menghasilkan tangkapan laut yang menjadi sumber ekonomi utama bagi PPP Mayangan. Penjualan ikan dan hasil laut lainnya menciptakan perputaran uang yang signifikan.
Selain itu lanjutnya, Nelayan membayar retribusi untuk penggunaan fasilitas pelabuhan, seperti tempat pelelangan ikan (TPI), dermaga, air bersih, es, dan BBM. Aktivitas perikanan mendorong tumbuhnya industri pengolahan hasil laut, perikanan olahan rumah tangga, serta jasa transportasi dan logistik.
“Nelayan Mayangan ikut menciptakan lapangan kerja, tidak hanya bagi nelayan itu sendiri tetapi juga bagi buruh angkut, pedagang ikan, pekerja TPI, pengepak, dan lainnya,” ujar Kamil Anajib.
DKP lanjutnya jangan lupa Kehadiran nelayan mendorong terbentuknya komunitas sosial yang kuat, seperti koperasi nelayan, kelompok usaha bersama (KUB), dan organisasi kemasyarakatan yang mendukung kehidupan pesisir.
Nelayan di PPP Mayangan menyediakan pasokan protein hewani laut untuk masyarakat lokal dan luar daerah, sehingga membantu menjaga ketahanan pangan dan gizi. Yang tidak kalah nelayan Mayangan ikut melestarikan budaya lokal berbasis kelautan, seperti tradisi larung sesaji, sedekah laut, dan pengetahuan lokal tentang musim ikan dan navigasi laut.
Selain itu Aktivitas nelayan juga berkontribusi dalam pencatatan data produksi perikanan, yang sangat penting bagi perencanaan dan pengambilan kebijakan pengelolaan sumber daya laut oleh pemerintah.
Sementara itu Direktur Jaringan Advokasi Maritim (JAM), Laili Azis menyesalkan ketidak pedulian pengelola PPP Mayangan atas keluhan nelayan. “Memprihatinkan kondisi nelayan semakin dipinggirkan. Mereka berdarah darah ikut memberikan kontribusi ke PAD Jawa Timur tapi membuat laporan saja tidak digubris,” tegas Azis. JAM menyarankan nelayan Mayangan lapor ke Gubernur dan Ketua DPRD Jatim kami siap memfasilitasi,” ujarnya.

