SURABAYA, KOREK.ID – (21 MEI 2024) Warga RW 01 Manukan Lor, Kelurahan Banjar Sugihan, Kota Surabaya. Punya Ide Kreatif untuk menarik minat pengunjung wisata. Yakni dengan menyulap kampung mereka menjadi tempat spot foto bernuansa Jepang.
“Sekarang jika ingin berkunjung ke Jepang, mungkin anda tidak perlu datang Jauh-Jauh ke Negeri matahari terbit mas, dan tak perlu merogoh jutaan rupiah untuk pergi ke sana, anda cukup datang ke kampung kami,” kata Lukas Prastowo, Ketua RW 1, warga RW 01 Manukan Lor, Kelurahan Banjar Sugihan, Kota Surabaya. Minggu (19/05/24).
Lukas juga mengatakan, di kampung jepang tepatnya di Kota Surabaya ini. Pengunjung seolah diajak menikmati nuansa Negeri Sakura. Bahkan bisa memakai Baju Komono dengan spot foto ala Negeri Matahari Terbit tersebut.
Menurut Lukas, warga di kampungnya memilih Jepang, sebab Negeri Matahari Terbit ini terkesan sederhana tapi elegan. Dan bisa sebagai inspirasi bahwa jepang dikenal sebagai negeri yang sangat menjunjung tradisi dan budaya lokalnya.
“Hal ini bisa kita tiru sebagai masyarakat jawa timur khususnya Surabaya. Kebetulan Tanah yang dipakai untuk spot kampung jepang merupakan tanah kosong milik salah satu perusahan BUMN yang tidak terpakai. Dari pada tidak dimanfaatkan atau jadi tempat kumuh, maka lebih baik jika digunakan untuk spot wisata kreatif. Toh warga nantinya bisa menikmati dampak pundi ekonomi dari wisata kampung ini,” ucapnya.
Untuk mewujudkannya warga akhirnya bergotong-royong membuat Beragam Ornamen gambar bernuansa Jepang untuk spot foto. Mulai rumah, tempat, alam sekitar, yang seakan kita diajak melancong ke Negeri Samurai.
“Semua bahan yang dibuat untuk ornamen Jepang merupakan barang bekas hasil sumbangan warga. Jadi untuk menciptakan spot foto yang indah, memang tidak harus merogoh uang yang banyak. Karena semua yang digunakan merupakan barang bekas, berupa sumbangan sukarela warga. Sehingga tidak butuh beaya besar untuk membangun ornamen kampung sakura,” jelasnya.
Selain itu, I Komang Sujana, Ketua Program Lingkungan RW 01 Manukan Lor, Kelurahan Banjar Sugihan mengatakan, di kampung jepang juga menyediakan baju kimono, yang bisa disewa oleh pengunjung untuk berfoto ria, dengan harga sewa 20 ribu rupiah Saja.
“Pengunjung bisa sewa ke kami mas, baju kimono laki atau perempuan kita sediakan. Anda mungkin bisa merasakan sensasi menjadi orang jepang jika memakai baju itu,” ujar Komang tersenyum.
Salah satu pengunjung Ninik Sugiarti warga asal Surabaya, juga merasa senang bisa mencoba memakai baju kimono dan payung ala jepang. Ia mengaku tertarik berkunjung, setelah mengetahui kampung jepang viral di media sosial (Medsos).
“Lumayan mas bisa foto-foto pakai baju jepang, meski tidak bisa pergi ke sana, toh sekarang bisa memakai baju kimono disini, tidak usah jauh-jauh,” kata Ninik tertawa.
Di Kampung Jepang Juga Tersedia Beragam Kuliner Dan Jajanan Lokal. Sehingga Pengunjung Bisa Berwisata Sekaligus Menikmati Kuliner khas jatim atau Surabaya dengan harga murah meriah.
“Makanan di sini standar aja mas, tidak ada yang mahal. Murah dan cocok di kantong pengunjung,” ungkap Komang.
Sementara itu, Gani Nurcahyono, Lurah Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes mengatakan, pihaknya sangat mendukung jika ada warga yang punya ide kreatif untuk memajukan kampung.
“Tentu sebagai lurah di sini saya sangat mendukung dan merasa senang. Perangkat kampung seperti RW, RT dan warga bisa bahu-membahu membangun ide kreatif seperti kampung jepang. Dan diharapkan kampung jepang ini akan menjadi rujukan wisata baru di Surabaya,” pungkas Lurah Gani bersemangat.
Untuk masuk di kampung Jepang ini pengunjung tidak dipungut biaya, hanya membayar parkir kendaraan. Nah kini jika anda punya mimpi pergi atau ingin berfoto ria ke negeri sakura, sekarang tidak perlu lagi datang jauh-jauh dan mengeluarkan gocek jutaan rupiah. Cukup datang ke kampung jepang di Surabaya. Dan anda seperti diajak berimajinasi menikmati suasana seperti di negeri matahari terbit.

