M3B Dukung Ra Imam Maju Jadi Cabup Bangkalan di Pilkada 2024

BANGKALAN, KOREK.ID – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah jadi ajang Majelis Musyawarah Masyarakat Bangkalan (M3B) untuk bersilaturrahim dengan berbagai kalangan masyarakat Bangkalan, yang digelar di rumah salah satu anggota M3B di Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan, Selasa (23/4).

Dalam acara tersebut bertema halalbihalal, M3B mengundang berbagai kalangan yakni pegiat organisasi kemasyarakatan, ulama, akademisi, pengusaha, dan PJ Bupati Bangkalan Arief M. Edie. Untuk menyerap berbagai aspirasi dan pandangan tentang Bangkalan.

Bacaan Lainnya

Dalam moment itu, Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie menyampaikan, bahwa untuk membangun Bangkalan butuh persamaan persepsi dan kebersamaan dari semua unsur dan lembaga yang ada di Bangkalan. Dimulai dengan melakukan perencanaan yang ideal berdasarkan kondisi dan skala prioritas serta dalam perencanaan yang sinergi mulai hulu sampai hilir perencanaan, teknis pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.

“Perlu meningkatkan kepedulian warga terhadap kondisi Bangkalan dan menggugah hati nurani masyarakat untuk ikut berswasembada dalam pembangunan, Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan dan dibenahi di Bangkalan, salah satunya terkait perampingan birokrasi dan mengoptimalkan kerja aparatur birokrasi,” ujarnya.

Selain itu, Sekretaris M3B Harun Al Rasyid menyampaikan, kegiatan ini digelar selain untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan dengan masyarakat Bangkalan, juga mengajak masyarakat untuk ikut berkiprah dalam membangun Bangkalan.

“Bangkalan mempunyai banyak potensi dan sayang jika tidak dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Bangkalan. Potensi-potensi ini perlu dikelola oleh orang atau pemimpin yang tepat yang punya kepedulian dan visi kuat untuk kemajuan Bangkalan,” ucapnya.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Harun yang mewakili M3B menyatakan, dengan melihat fakta Bangkalan yang ada sekarang dan memandang Bangkalan ke depan.

“Perlu kepemimpinan yang kuat yang bisa menggerakkan masyarakat dan kekuatan masyarakat untuk bersama membangun Bangkalan. Pemimpin Bangkalan ke depan harus visioner dengan arah yang jelas dalam membangun Bangkalan,” jelasnya.

Lanjut itu, Harun juga menjelaskan M3B telah melakukan kajian dan berdiskusi dengan berbagai kalangan dalam mencari sosok pemimpin Bangkalan yang akan dipilih dalam pilkada 2024 ini.

“Hasil kajian yang diperoleh, kepala daerah Bangkalan selain harus visioner, juga harus sosok yang tegas, berani, jujur, dan amanah. Syarat ini penting dengan melihat fakta-fakta yang terjadi sebelumnya di Bangkalan. Kepala daerah ke depan harus bisa menyatukan segala elemen dan bersama masyarakat membangun Bangkalan dengan melihat fakta dan kriteria tersebut,” terangnya.

Harun juga menegaskan, M3B menjatuhkan pilihan dan mendukung KH Imam Bukhori Kholil untuk maju menjadi bakal calon Bupati Bangkalan 2024-2029. Alasan M3B mendukung Ra Imam (panggilan akrab KH. Imam Bukhori Kholil). Antara lain, Ra Imam adalah Ulama/kiai yang moderat dan egaliter.

“Beliau ini biasa berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat. Secara intelektualitas Ra Imam juga mumpuni dan visioner, mempunyai visi kuat untuk membangun Bangkalan yang lebih baik. Alasan lainnya, Ra Imam punya elektabilitas yang tinggi di masyarakat Bangkalan,” paparnya.

Disisi lain, Wakil Ketua Golkar Jatim ini menjelaskan, sebelumnya Golkar juga telah memantau dan mengkaji beberapa figur publik untuk didukung dalam kontestasi pilkada Bangkalan. Baik dari kalangan ulama atau kiai seperti Ra Imam, Ra Ibong, Ra Hasani, dan Dr Andul Wachid Maktub (mantan Dubes Qatar). Termasuk PJ bupati Bangkalan saat ini menjadi salah satu figur yang dipantau.

“Dari semua figur ini Golkar mengerucut kepada Ra Imam. memahami kecenderungan masyarakat Bangkalan bahwa figur ulama atau kiai masih diinginkan untuk memimpin Bangkalan.

Dirinya juga menegaskan, dukungan Golkar mengerucut kepada sosok Ra Imam, sebab diyakini bisa menjadi pemimpin yang baik dan bisa melayani masyarakat, bukan pemimpin yang dilayani.

“Bupati Bangkalan 2024-2029 menjadi sangat penting karena menjadi kunci penentu Bangkalan dan Madura lepas dari predikat daerah miskin ekstrim yang telah disandang selama puluhan tahun,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *