Bangkalan, Korek.id – Destinasi wisata di Kabupaten Bangkalan terus digalakkan, kali ini wisata berbasis pertanian dan tanaman yang berbasis potensi lokal telah diresmikan oleh Bupati Bangkalan.
Lokasinya tidak jauh dari kota Bangkalan, tepatnya di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Adapun, konsep dari Agro Edu Wisata Kebun Bang Jani ini menyajikan tiga konsep dalam satu lahan.
“Mulai dari Pertanian, Pendidikan dan Pariwisata,” ujar R Abdul Latif Amin Imron, Bupati Bangkalan usai melaunching Agro Edu Wisata Kebun Bang Jani, Senin (12/4).
Dijelaskan olehnya, konsep pertaniannya terdiri atas tanaman buah-buahan tahunan, tanaman sayur semusim, hidroponik, koleksi tanaman langka, tanaman hias dan tanaman obat keluarga.
Sementara konsep pendidikannya, Bupati menyebutkan, terdiri dari alat pertanian tradisional dan modern, serta hama penyakit, pembibitan serta olahan pertanian.
“Sedangkan untuk konsep wisatanya terdiri dari spot foto, taman bermain anak, permainan tradisional, cafe dan tempat outbond,” jelas Ra Latif.
Selain itu, Ra Lati juga menyebutkan, dengan adanya Agro Edu Wisata Kebun Bang Jani ini nantinya bisa menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar.
Sebab kata dia, pembangunan Agro Edu Wisata Kebun Bang Jani ini memiliki luas 5 hektar tanah, yang saat masih sekitar 2 hektar yang tertanam.
“Ada banyak tanaman yang sudah ada baik sayur mayur, buah-buahan dan tanaman langka sekalipun juga ada disini,” jelasnya.
Sementara itu, kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso mengatakan, Kebun bang jani ini untuk masyarakat Bangkalan.
Namun saat masih terkendala di operasional, sebab anggaran pengelolaan kebun bang jani ini hanya Rp. 190 juta.
“Anggaran itu hanya cukup untuk spot foto saja,” jelas Puguh usai mendampingi Bupati.
Selain itu, Puguh menyebutkan, setelah di launchingnya kebun bang jani ini, masyarakat sudah bisa menikmati keindahan kebun tersebut secara gratis.
Sebab kata dia, untuk menarik tarif masuk ke kebun bang jani itu, pihaknya masih ingin mendiskusikan lagi dengan pihak yang berwenang, sperti Bapenda, Inspektorat dan bagian hukum.
“Untuk distribusi itu masih akan kami diskusikan dulu, karena kariawan kita ini masih sangat membutuhkan operasional untuk penyiram tanaman,” cetusnya.
“Karena, jika tanaman itu telat disiram maka efeknya terhadap pertumbuhan terhadap tanaman yang sudah ada,” imbuh dia.
Sementara untuk pengunjung, jika ingin memetik buah di kebun bang jani ini, pihaknya menyebutkan, setiap pengunjung kalau memetik buah, nanti akan ditimbang dan dihargai.
“Jadi, bagi pengunjung yang ingin menikmati wahana silahkan dan bagi yang ingin memetik buah atau sayur silahkan, nanti itu akan ditimbang baru diharga,” pungkasnya.

