SIDOARJO, KOREK.ID – Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) meluncurkan program penanaman dan konservasi tanaman obat keluarga (Toga) di Desa Waung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, melalui Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Ormawa Tahun 2023.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif PPK HMTK Unusida yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.
Tim yang terlibat dalam program ini berjumlah 9 (sembilan) orang, yang dipimpin oleh Cindi Erlin Carlita sebagai ketua tim. Kegiatan dimulai dengan melakukan pemetaan seluruh tanaman yang ada di Desa Waung untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat langka yang belum ditanam di daerah tersebut.
Selanjutnya, tim PPK bekerja sama dengan para pegiat Desa Waung untuk melakukan penanaman berbagai macam jenis Toga dan tanaman obat langka di kawasan Desa Waung. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan kawasan konservasi Toga di Desa Waung.

Medya Ayunda Fitri, M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan dalam kegiatan ini menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan PPK Ormawa ini merupakan salah satu implimentasi merdeka belajar dan merupakan wujud sinergi antara mahasiswa dengan masyarakat dalam mengembangkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki.
“Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat melalui PPK Ormawa merupakan salah satu implementasi merdeka belajar yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki di masyarakat”, Ujar Medya.
“Selain itu, melalui program ini juga memiliki keterkaitan dengan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) yaitu menjalin kemitraan untuk mencapai tujuan dalam hal ini kemitraan antara akademisi dengan masyarakat”, tambah Medya.
Sunanto Mukhlis, Kepala Desa Waung, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras serta kontribusi yang diberikan oleh Tim PPK HMTK Unusida pada Desa Waung, dalam upaya pengembangan kawasan konservasi berbasis tanaman obat keluarga (toga).
“Saya dan warga sangat bersemangat dalam melakukan pengembangan kawasan konservasi ini dengan adanya program yang digagas oleh Tim PPK HMTK Unusida di Desa Waung,” ujar Sunanto.
“Semoga mahasiswa yang terlibat dalam PPK Ormawa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menjalankan program ini di lingkungan masing-masing setelah selesai, sehingga mahasiswa bisa menjadi pelopor pegiat Toga di lingkungan masing-masing,” tutup Sunanto.
Program penanaman dan konservasi tanaman Toga ini tidak hanya memberikan dampak positif pada lingkungan Desa Waung tetapi juga menjadi langkah konkrit mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai kehidupan yang diperoleh selama perkuliahan. Semoga program ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat.

