BANGKALAN, KOREK.ID – Dalam rangka memeriahkan Hut RI Ke-78, kelompok Nelayan Al-Ikhlas, Kelurahan Bancaran, Kec. Kota Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Mengelar acara Rokat Tasek yang dimeriahkan dengan lomba hias Perahu dan Hadrah Jidor, Minggu (13/08/23).
“Kebetulan Rokat Tasek kali ini bersamaan dengan HUT kemerdekaan RI yang ke-78, maka kita meriahkan dengan lomba perahu hias dan juga hadrah Jidor,” kata Ketua kelompok Nelayan Al Ikhlas Bancaran, H Moh Ghofur.
Dalam lomba perahu hias dengan start dari sungai Bancaran menuju ke Long Gledek Desa Martajasah dan kembali lagi ke sungai Bancaran, pihaknya mengkampanyekan supaya masyarakat menjaga kebersihan sungai dan laut dengan tidak membuang sampah ke sungai atau ke laut.
“Stop buang sampah ke Laut sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk tidak buang sampah ke laut, karena bisa menggangu ekosistem,” jelasnya.

Dijelaskan H Ghofur, kegiatan Rokat Tasek ini sebagai rasa bersyukur para nelayan kepada Allah SWT. Untuk lomba perahu hias kata aba Ghofur, di ikuti oleh 40 perahu.
“Tujuannya, untuk memohon kepada sang pencipta, agar para nelayan Bancaran diberi rejeki banyak serta keselamatan pada saat melaut dan Jumlah kelompok nelayan Al- Ikhlas Bancaran ada 72 anggota dan lomba perahu hias diikuti oleh 40 perahu, untuk rute lomba perahu hias ini start dari sungai Bancaran menuju ke Long Gledek,” ujarnya.

Abah Ghofur juga mengharapkan, kegiatan Rokat Taksek dan lomba perahu hias bisa dilaksankan rutin setiap tahun.
“Kita mengharapkan acara seperti rokat Tasek dan lomba perahu hias ini, bisa dibuat agenda rutin setiap tahun, dan kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan nelayan yang telah berpartisipasi semoga tetap kompak dan guyub,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Bancaran, Sugiono,. SH.MSi memberikan apresiasi kepada kelompok Nelayan Al-Ikhlas Bancaran yang telah menggelar acara Rokat Tasek dan lomba perahu hias.
“Kami sangat bangga karena nelayan bisa melaksanakan tradisi Rokat Tasek, dengan tata cara islami, kami juga mengharapkan kepada masyarakat dan nelayan untuk tidak membuang sampah ke sungai. Karena akan membuat sungai kotor dangkal dan kumuh,” pungkasnya.

