SURABAYA, KOREK.ID – (25 AGUSTUS 2025) Sejumlah kontraktor di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim mengeluhkan komitmen fee proyek. Hal tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2024 lalu.
“Biasanya kesepakatan delapan persen sampai 12 persen tergantung dari besarnya proyek,” ungkap salah seorang kontraktor yang tidak bersedia disebut namanya.
Menurutnya kontraktor dan konsultan tertentu yang nilai pekerjaannya besar diminta membayar 22 persen setelah dipotong pajak.
“Proyek besar ada di perikanan tangkap dan budidaya,” jelasnya.
Sumber lain menyebutkan, komitmen fee umumnya 8 persen jika lebih dari itu diduga ada titipan atau mark up.
Menurut catatan korek.id, setidaknya dua proyek di perikanan Jatim diberitakan sejumlah media diduga tidak transparan.
Apakah hal ini imbas kenaikan komitmen fee proyek yang naik sekitar 100 persen itu ? Misalnya proyek Pelabuhan Perikanan Watu Ulo Jember.
Dilansir dari Jember News, Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Watu Ulo tahap pertama berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, di mulai sejak 26 juni 2024 menyerap anggaran Rp. 39.966.023.287,- dikerjakan PT. Palu Gada Mitra Perkasa.
Pekerjaan antara lain pembuatan Breakwater untuk pemecah gelombang sebesar Rp 9 miliar. Sementara untuk keseluruhan fasilitas termasuk akses jalan atau breakwater lain disebut pagu Rp 30 miliar.
Tahap kedua proyek tahun 2025 dibatalkan karena anggaran DAK ditarik/refocusing. Dilaporkan awak media proyek tersebut tidak transparan. Kontraktor pelaksana di lapangan yang ditemui awak media tidak bersedia memberi keterangan seputar proyek yang dikerjakan.
Adapun proyek lainnya yang diduga bermasalah terindikasi pekerjaan tidak selesai tuntas 100 persen yaitu proyek pembuatan kolam di Instalasi Budidaya Ikan Air Payau, Banjar Kemuning Sidoarjo.
Menurut pemantauan media Timoroman.com, proyek tersebut tampaknya hanya difokuskan pada tahap finishing konstruksi, dan kurang professional.
Misalnya urugan sertu yang tidak dipadatkan menggunakan alat seperti vibro roller atau stamper. Wire mesh (besi tulangan) sudah berkarat dan tidak dipasang secara merata dan hanya terlihat di beberapa bagian saja. Serta tidak ada penggunaan trucuk bambu sebagai penopang sebelum pengecoran lantai kerja, padahal itu penting untuk struktur yang kokoh. Nilai pagu dana proyek Rp 3.197.432.875,00. Dikerjakan CV. Attoriq tahun 2024.
Temuan tim redaksi korek.id lainnya tahun 2023 sampai 2025 ditemukan belasan proyek konsultan perencanaan yang nilainya mencapai Rp 11,9 miliar di tahun 2023. Pada Tahun 2024 sebesar 2,6 miliar dan pekerjaan konsultan pengawas pelabuhan Perikanan Watu Ulo Jember sebesar Rp 1,5 miliar di tahun 2025.
“Proyek konsultan ini mengundang tanda tanya sebab tidak semua pelabuhan akan dibangun tahun berikutnya kesannya buang buang uang,” jelas salah seorang pengurus asosiasi kontraktor konsultan Jawa Timur.
Kadis Kelautan dan Perikanan, Isa Ansori yang dikonfirmasi minta awak media menghubungi kepala bidang.

