BANGKALAN, KOREK.ID – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kab Bangkalan laksanakan Pelantikan Dan Workshop Pendidikan dengan tajuk “Optimalisasi Peran GPAI dalam Mewujudkan Kurikulum Kemerdekaan.” Kegiatan ini di laksanakan Gedung Rato Ebuh Bangkalan, rabu (26/07/23).
Agar peserta dapat fokus dan konsentrasi dalam mengikuti workshop, acara ini tidak di pungut biaya (Gratis) kepada peserta. Karena acara ini terselenggara atas kerjasama dan dukungan berbagai pihak.
Ketua DPD. AGPAII Kab. Bangkalan
Masykur Hasyim,S.Pd.I,.MM
mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Gerakan Menghafal Qur’an sudah di jalankan selama hampir lima tahun secara konsisten oleh AGPAII.
“DPD. AGPAII Bangkalan dari awal selalu konsisten mengawal Perbub 53 Tahun 2019 tentang Gerakan Bangkalan Menghafal Quran atau QBMQ/TBTQ di sekolah dasar baik SD maupun SMP dan kegiatan ini sudah berjalan hampir 5 tahun,” imbuhnya.
Dalam sambutannya PLT bupati Bangkalan Drs Mohni MM. Meminta maaf kepada GPAI karena pemerintah belum berperan serta terhadap guru agama Islam.
“Dalam kegiatan ini
peran serta guru agama ini khususnya agama Islam di kabupaten bangkalan sangat dominan, pemerintah Kab. Bangkalan mengucapkan terimakasih dan meminta maaf belum berperan serta yang baik terhadap guru agama Islam di kab Bangkalan,” jelasnya.
Banyaknya guru agama Islam yang belum diangkat menjadi CPNS atau P3K khususnya di Kab. Bangkalan.
“Kami menyadari kekurangan guru agama yang ber status guru pegawai negeri sipil masih sangat banyak termasuk guru agama, guru olahraga, guru kepramukaan di masing masing sekolah. Semoga kedepan melalui pengangkatan jalur P3K dan jalur CPNS bisa secara bertahap dipenuhi dan seluruh guru agama Islam jelas statusnya,” ucapnya.
Drs Mohni MM berharap agar Guru Agama Islam mengajarkan siswanya dengan sungguh – sungguh agar pengetahuan siswa di bidang agama tidak kurang.
“Kami juga berharap pendidikan agama Islam ini bisa disampaikan kepada murid dengan sebaik baiknya, karena banyak alumni sekolah yang pengetahuan di bidang agamanya masih kurang, minimal dalam menjalankan syariat islam alumni sudah bisa melaksanakan sebaik baiknya,” Tutupnya.

